Langsung ke isi

Retorika Profetik dan Mobilisasi Sosial di Majelis Taklim Purwakarta

Bagaimana penceramah di 5 majelis taklim di Purwakarta menggunakan retorika profetik dalam ceramah agama untuk memobilisasi masyarakat dalam melakukan perubahan sosial terkait isu-isu tertentu (misalnya, kemiskinan, ketidakadilan, lingkungan, atau korupsi).

Bagaimana penceramah di 5 majelis taklim di Purwakarta menggunakan retorika profetik dalam ceramah agama untuk memobilisasi masyarakat dalam melakukan perubahan sosial terkait isu-isu tertentu (misalnya, kemiskinan, ketidakadilan, lingkungan, atau korupsi).

Fokus Masalah:

Bagaimana penceramah di 5 majelis taklim di Purwakarta menggunakan retorika profetik dalam ceramah agama untuk memobilisasi masyarakat dalam melakukan perubahan sosial terkait isu-isu tertentu (misalnya, kemiskinan, ketidakadilan, lingkungan, atau korupsi).

Tujuan Penelitian:

  • Mengidentifikasi strategi retorika profetik yang digunakan oleh penceramah di 5 majelis taklim di Purwakarta.
  • Menganalisis bagaimana strategi retorika profetik tersebut digunakan untuk membingkai isu-isu sosial dan memobilisasi masyarakat.
  • Mengevaluasi efektivitas retorika profetik dalam memobilisasi perubahan sosial di masyarakat Purwakarta.

Metodologi Penelitian:

  • Paradigma: Konstruktivisme (menekankan pada pemahaman makna yang dibangun oleh individu dan kelompok dalam konteks sosial tertentu).
  • Pendekatan: Kualitatif (menekankan pada pemahaman mendalam tentang fenomena sosial melalui interpretasi data yang kaya dan kompleks).
  • Jenis Penelitian: Studi Kasus (menyelidiki secara mendalam fenomena retorika profetik dan mobilisasi sosial di 5 majelis taklim di Purwakarta).
  • Metode Penelitian:
  • Analisis Wacana (menganalisis bagaimana bahasa, simbol, dan narasi digunakan dalam ceramah untuk menciptakan makna dan membangkitkan emosi tertentu).
  • Analisis Framing (menganalisis bagaimana isu-isu sosial tertentu dibingkai dalam ceramah untuk memobilisasi masyarakat).
  • Observasi Partisipan (menghadiri ceramah di majelis taklim untuk mengamati secara langsung interaksi antara penceramah dan jamaah).
  • Wawancara Mendalam (mewawancarai penceramah, pengurus majelis, dan jamaah untuk mendapatkan perspektif mereka tentang retorika profetik dan mobilisasi sosial).
  • Waktu Penelitian: 6-12 bulan (tergantung pada kompleksitas penelitian dan ketersediaan data).

Teori dan Konsep yang Digunakan:

  • Teori Retorika: Retorika Aristoteles, retorika Kenneth Burke, retorika baru (new rhetoric).
  • Teori Framing: Teori framing Gamson dan Modigliani, teori framing Entman.
  • Teori Mobilisasi Sosial: Teori mobilisasi sumber daya, teori identitas sosial, teori tindakan terencana.
  • Konsep Retorika Profetik: Konsep-konsep seperti bahasa kiasan, narasi, simbolisme, emosi, dan moralitas dalam retorika profetik.

Sumber: Khazanah Irsyads, 2026Oleh Muhammad Irsyad Sirojul Khoeir

Cara mengutip

Muhammad Irsyad Sirojul Khoeir (2026). Retorika Profetik dan Mobilisasi Sosial di Majelis Taklim Purwakarta. Irsyads.

Format lain (Chicago, Harvard, BibTeX) di mode baca