Langsung ke isi

Metode Iqtibas dalam Pemahaman dan Pengembangan Ilmu Dakwah

Imam Al-Ghazali, salah seorang ulama besar dalam Islam, telah menjelaskan metode iqtibas dalam kitab monumentalnya Ihya' Ulumuddin. Beliau menyatakan:

Imam Al-Ghazali, salah seorang ulama besar dalam Islam, telah menjelaskan metode iqtibas dalam kitab monumentalnya Ihya' Ulumuddin. Beliau menyatakan:

قَالَ الْغَزَالِيُّ فِي كِتَابِهِ إِحْيَاءُ عُلُوْمِ الدِّيْنِ: "وَمِنَ الْأَسْبَابِ الْمُعِيْنَةِ عَلَى اِسْتِجْلَابِ الْهِدَايَةِ وَتَنْوِيْرِ الْقَلْبِ نُقْلُ آيَاتِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَحِكَمِهِ وَسُنَنِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ"

Dalam penjelasan ini, Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya mengutip ayat-ayat Al-Quran, hikmah-hikmahnya, dan sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu cara untuk menarik petunjuk dan mencerahkan hati (Al-Ghazali, 2011). Inilah esensi dari metode iqtibas dalam pengembangan ilmu dakwah.

Syaikh Abdurrahman Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya Taysir al-Karim ar-Rahman juga menyinggung perihal metode iqtibas:

وَقَالَ الشَّيْخُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ النَّاصِرِ السَّعْدِيِّ فِي تَفْسِيْرِهِ تَيْسِيْرُ الْكَرِيْمِ الرَّحْمَنِ: "وَمِنْ أَفْضَلِ الطُّرُقِ لِتَحْصِيْلِ الْعِلْمِ النَّافِعِ وَرِعَايَةِ الْقُلُوْبِ نَقْلُ آيَاتِ اللهِ وَحِكَمِهِ وَسُنَنِ رَسُوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ"

Dalam tafsirnya, Syaikh Abdurrahman Nashir As-Sa'di menyatakan bahwa salah satu cara terbaik untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat dan membina hati adalah dengan mengutip ayat-ayat Allah, hikmah-hikmah-Nya, dan sunnah Rasul-Nya shallallahu'alaihi wa sallam (As-Sa’di, 2000).

Dalam penerapan metode iqtibas, beberapa syarat harus dipenuhi. Pertama, pengutipan harus berasal dari sumber-sumber yang valid dan terpercaya, seperti Al-Quran, hadits shahih, dan tafsir dari ulama terpercaya. Kedua, penting untuk memahami konteks dan makna yang tepat dari ayat atau hadits yang dikutip agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ketiga, ayat atau hadits yang dikutip harus disesuaikan dengan topik dakwah yang sedang disampaikan agar relevan dan kontekstual. Terakhir, diperlukan penjelasan dan penafsiran yang komprehensif terkait ayat atau hadits yang dikutip agar mad'u (objek dakwah) dapat memahami dengan baik. Dengan memenuhi syarat-syarat ini, penggunaan metode iqtibas dapat menjadi lebih efektif dalam menyampaikan pesan dakwah.

Metode iqtibas memegang peranan penting dalam pemahaman dan pengembangan ilmu dakwah. Dengan mengutip langsung dari sumber utama ajaran Islam, yaitu Al-Quran dan Hadits, para dai atau mubalig dapat menyampaikan pesan-pesan dakwah yang otentik dan berdasar pada dalil-dalil yang kuat. Metode ini membantu mad'u (objek dakwah) untuk memahami dan menghayati isi kandungan Al-Quran dan Sunnah Nabi secara langsung dari sumbernya (Yaqub, 1997).

Selain itu, penggunaan metode iqtibas juga memberikan legitimasi dan kredibilitas yang lebih besar kepada materi dakwah yang disampaikan. Ini karena ayat-ayat Al-Quran dan Hadits Nabi merupakan sumber tertinggi dalam ajaran Islam, yang tidak dapat diganggu gugat kebenarannya.

Dalam pengembangan ilmu dakwah, metode iqtibas dapat digunakan untuk memperkuat argumen, memperjelas konsep, atau menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Nabi. Para dai atau mubalig dapat mengutip ayat-ayat atau hadits-hadits yang relevan dengan topik dakwah yang sedang disampaikan, lalu menjelaskan makna dan kandungannya secara terperinci (Aziz, 2004).

Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam menggunakan metode iqtibas, para dai atau mubalig harus memastikan bahwa mereka mengutip dari sumber-sumber yang valid dan terpercaya, serta memahami konteks dan makna yang tepat dari ayat atau hadits yang dikutip. Pemahaman yang keliru dapat menyebabkan kesalahan dalam penyampaian pesan dakwah.

Referensi:

Al-Ghazali. (2011). Ihya’ Ulumuddin. Dar Al-Minhaj.

As-Sa’di, A. N. (2000). Taysir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan. Mu’assasah Ar-Risalah.

Aziz, Moh. A. (2004). Ilmu Dakwah. Prenada Media.

Yaqub, A. M. (1997). Sejarah dan Metode Dakwah Nabi. Pustaka Firdaus.

Sumber: Khazanah Irsyads, 2026Oleh Muhammad Irsyad Sirojul Khoeir

Cara mengutip

Muhammad Irsyad Sirojul Khoeir (2026). Metode Iqtibas dalam Pemahaman dan Pengembangan Ilmu Dakwah. Irsyads.

Format lain (Chicago, Harvard, BibTeX) di mode baca