Setiap kali istilah moderasi beragama muncul di ruang seminar, ia hampir selalu tampil sebagai definisi. Rapi, mudah dikutip, dan hampir tidak pernah mengubah apa pun.
Yang terjadi di kelas
Di kelas, istilah itu bekerja berbeda. Ia baru terasa ketika seorang murid menyampaikan pendapat yang tidak disetujui teman sebangkunya, dan keduanya harus tetap duduk berdampingan sampai jam pelajaran habis.
- Mendengar sampai selesai, bukan sampai menemukan celah.
- Menyebut ulang pendapat lawan bicara sebelum membantahnya.
- Membedakan antara tidak setuju dan tidak menghargai.
Kebiasaan, bukan pengetahuan
Ketiganya bukan pengetahuan. Ketiganya kebiasaan, dan kebiasaan hanya tumbuh lewat pengulangan yang dijaga.
Yang bertahan dari sebuah pelajaran bukan definisinya, melainkan cara kelas itu memperlakukan perbedaan.
